Tentang Kami

Kabupaten Buton merupakan salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Tenggara yang terletak di Kepulauan Buton yang ibu kotanya terletak di Pasarwajo. Kabupaten ini memiliki luas wilaayah 2.448,71 Km2 dengan 7 (tujuh) kecamatan, 95 (Sembilan puluh lima) desa/kelurahan dan 100.440 jiwa di tahun 2017 berdasarkan data statistik Kabupaten Buton.

Kabupaten Buton terkenal sebagai daerah penghasil aspal di Dunia. Aspal Buton sendiri ditemukan oleh Geolog asal Belanda, WH Hetzel Asbuton pada tahun 1924 dan kemudian digunakan pertama kali dalam pengaspalan jalan dua tahun kemudian. Diperkirakan total deposit Asbuton kurang lebih mencapai 663 juta ton atau setara dengan 133 juta ton aspal murni.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dalam rapat Koordinasi Aspal Buton pada 2 Mei 2019 pernah menyampaikan bahwa penggunaan Aspal Buton sebagai bahan pengikat pada perkerasan jalan beraspal dapat menghemat devisa negara yang selama ini sekitar Rp. 9,8 triliun digunakan untuk membeli aspal import untuk memenuhi sekitar 75% dari 1,5 juta ton/tahun kebutuhan aspal nasional.

Namun pada kenyataannya pengguna  Aspal Buton sampai saat ini masih dibawah 1% dari kebutuhan aspal nasional dan itupun mayoritas pengguna jalan nasional. Oleh sebab itu perlu dilakukan Langkah-langkah strategis untuk mendorong peningkata penggunaan Aspal Buton, khususnya pada jalan daerah provinsi maupun kabupaten/kota.

Data statistik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), panjang total jalan nasional 26.258 Km, panjang total jalan provinsi 48.374 Km, panjang total jalan kabupaten 358.576 Km dan panjang total jalan kota 48.360 Km. Dari data tersebut tampak Panjang jalan nasional hanya 5% dari seluruh panjang jalan, sedangkan 95% sisanya adalah jalan daerah.

Dalam penggunaan Aspal Buton untuk perkerasan jalan dapat merujuk pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 18/PRT/M/2018 tentang Penggunaan Aspal Buton untuk Pembanguna dan Preservasi Jalan. Dalam Peraturan Menteri tersebut terdapat 7 (tujuh) jenis teknologi perkerasan jalan Aspal Buton beserta kelas jalan peruntukkannya, yang mencakup seluruh kelas jalan dari yang ringan sampai berat.

Kusus untuk jenis teknologi CPHMA (Clod Paving Hot Mix Asbuton), ini adalah produk dengan campuran beraspal dengan Asbuton sangat cocok untuk seluruh jalan kabupaten dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 72,8% yang siap hampar secara dingin, kapan saja dan dimana saja, termasuk di pelosok daerah yang jauh dari fasilitas alat Asphalt Mixing Plan (AMP).

Produk CPHMA menggunakan 100% Asbuton serta sudah tidak menggunakan aspal minyak dalam campuran, sehingga dapat mengurangi import aspal minyak sampai 50%. Produk CPHMA dapat digunakan untuk overlay (pelapisan ulang) ataupun tambalan perkerasan jalan beraspal. Pengaplikasiannya dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengmpar finisher secara masinal ataupun secara manual padat karya.

Visi

  • Menjadi perusahaan Multinasional dan Internasional
  • Manasiaonalisasikan aspal buton keseluruh pelosok Indonesia
  • Berkontribusi untuk meningkatkan ekspor produk asli indonesia

Misi

  • Menghasilkan profit yang dapat membawa perusahaan tumbuh berkelanjutan
  • Meningkatkan daya saing melalui inovasi dan peningkatan sumber daya
  • Mengembangkan usaha pertambangan dengan tata kelola sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan peduli pada kelestarian lingkungan.

Budaya perusahaan yang dianut dalam mewujudkan Visi dan Misi adalah

“3 KTP” yang merupakan akronim dari:

Keterbukaan, Kebersamaan, Keteladanan​

Tertib, Tanggap, Tanggung Jawab​

Peduli, Peka, Patuh​

Ingin Tahu Lebih Lanjut?

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia